Pemilu Presiden ISWA Santri SMP dan SMA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019

Pemilu Presiden ISWA Santri SMP dan SMA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019

Pemilu ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen – Salah satu ciri khas Pondok Pesantren Walisongo Sragen adalah adanya pendidikan formal di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, dalam hal ini SMP Walisongo Karangmalang atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, dalam hal ini SMA Walisongo Karangmalang.

Nah, ketika kita mengenal istilah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dalam setiap jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengan Atas (SMA). Berbagai tugas dan fungsi dalam menjalankan semua kegiatan keorganisasian Sekolah tersebut adalah Siswa Siswi yang tergabung dalan OSIS Sekolah. Nah, di sini, para Santri Pondok Pesantren Walisongo Sragen khususnya di Sub SMP dan SMA Walisongo mempunyai wadah yang sama persis bahkan melebihi Poksi Tugas Pokok dan Fungsi OSIS dengan nama ISWA (Ikatan Santri Walisongo).

Apa itu ISWA?

ISWA secara kepanjangan kata Ikatan Santri Walisongo. Walau demikian, bukan dimaknai sebagai ikatan alumni saja, namun lebih jauh daripada itu.

Secara umum, tugas ISWA adalah mengelola semua bentuk kegiatan keorganisasian di lingkup Pondok dan Sekolah (baik SMP dan SMA Walisongo).

Dengan demikian, tugas ISWA lebih banyak di berbagai bidang tidak hanya di lingkungan sekolah semata, namun juga sampai pada semua kegiatan di Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Wadah ISWA inilah yang menjadi model pendidikan fundamental utama guna menjadikan para santri lebih cekatan.

Baca juga: Hari Santri Nasional SMA WAlisongo Sragen 2019 : Santri Unggul Indonesia Makmur

Model Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019

Pada hari ini, 2 November 2019 tengah memasuki masa Pemilu ISWA. Di hari ini, di halaman SMP dan SMA Walisongo Sragen tengah dilakukan pemilihan Presiden ISWA periode 2019/2020

Perlu Anda ketahui pula, model Pemilu yang dilakukan di Pesantren Walisongo dalam hal pemilihan Presiden ISWA ini tidak main-main. Di sini, para ssantri sudah berupaya “mengadopsi” sistem dan metode pemilihan KPU secara umum. Bahkan, di pemihan Presiden dan Wakil Pesiden ISWA tahun ini sudah menggunaan sistem Digitalisasi, tidak menggunakan metode konvensional (mencoblo kertas suara).

Kita ingat, model konvnesional tengah digunakan sejak ISWA berdiri. Hal ini menunjukkan bahwa kepiawaian para Santri dalam memajukan sistem pendidikan Pemilu tengah berada pada level yang lebih maju.

Berikut ini adalah beberapa potret Dewan Atatidz/Asatidzah yang tengah dan seleai menggunakan hak pilih di Bilik Suara:

Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019
Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019
Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019
Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019
Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019
Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019

Demikian sekilas informasi mengenai presesi Pemilu Presiden ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen 2019. Semoga bermanfaat, salam.

Pemilu ISWA Periode 2019 Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Pemilu ISWA Periode 2019 Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Sisi sederhana dalam implementasi demokrasi dalam keberjalalan ISWA sebagai wujud garda depan Pondok adalah melalui pemilihan Presiden ISWA. Presiden yang dimaksud di sini seperti halnya sebagai sosok Eksekutif dalam Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Mereka akan menjalankan roda pemerintahan Pondol satu tahun ke depan (jangan samakan dengan kurun waktu jabatan Presiden di negara kita yakni 5 tahun).

Sosok presiden ISWA yang terdiri dari 4 orang yang tetbagi dalam 2 paket pemimpin, satu pasang bagi Santri Putra dan satu paket lagi untuk santri Putri. Mereka dipilih laiknya sebuah pesta demokrasi di Indonesia, yakni dipilih berdasarkan asas demokrasi, LUBER.

Pola pemilihan Presiden ISWA yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan tersentral menjadi satu (kalau dalam pemerintahan terbagi menjadi sebuah hierarki yang panjang, KPU Pusat, KPU Propinsi, KPU Kabupaten, hingga Panitia Pemilihan Kecamatan dan Desa). Mereka berupaya menjalankan sistem pemilihan yang adil tanpa ada proses interfensi dari Santri maupun Pengasuh.

Hebatnya lagi, metode yang digunakan dalam penyampaian Visi Misi yang dinamakan masa kampanye juga diatur sedemikian rupa. Para Paslon berupaya berebut suara dari para rekan sejawat, sampai pada para dewan Asatidz Asatidzah.

Krmarin, 14 Oktober 2018 menjadi tonggak sejarah baru bagi Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Proses demokrasi pemilihan Presiden ISWA dimulai dengan gegap gempita riang para santri. Mereka berduyun-duyun menggunakan hak pilih untuk memberikan hak suaranya guna memperoleh santri idola, pemimpin mereka 1 tahun ke depan.

Bagi santri demisioner, akan mempertanggungjawabkan kepemimpinan selama satu tahun jabatan yang diemban melalui majelis kehormatan di depan Pengasuh, Dewan Asatidz, dan seluruh santri Pondok Walisongo Sragen.

Abah K.H Ma'ruf Islamuddin memberikan Hak Suara pada Pemilu ISWA Periode 2019

Abah K.H Ma’ruf Islamuddin memberikan Hak Suara pada Pemilu ISWA Periode 2019

 

Gus Mustawa Mencoblos saat Pemilu ISWA 2019

Gus Mustawa Mencoblos saat Pemilu ISWA 2019