VISI MISI

Visi Misi SMA Walisongo Karangmalang Sragen

Visi SMA Walisongo Karangmalang Sragen

Sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan dan acuan operasional penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, maka Kurikulum SMA Walisongo Karangmalang disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Adapun visi SMA Walisongo Karangmalang adalah “Terbentuknya Generasi Beriman, Bertaqwa, Berbudi, Cerdas, Terampil, serta Mandiri yang Berwawasan Lingkungan, Sosial dan Global”.

Misi SMA Walisongo Karangmalang Sragen

Upaya Mewujudkan Misi

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut di atas, misi SMA Walisongo Karangmalang adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancadharma Yayasan Pondok Pesantren Walisongo Sragen (YPPWS) yang selaras dengan nilai-nilai keimanan,
  2. Menerapkan nilai-nilai ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama Islam dan jati diri bangsa,
  3. Mengembangkan sikap akhlaqul karimah peserta didik di lingkungan sekolah, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
  4. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi,
  5. Menyalurkan minat dan bakat peserta didik dalam rangka pengembangan keterampilan untuk menggapai prestasi di berbagai bidang,
  6. Membentuk peserta didik yang disiplin, tanggung jawab, jujur, percaya diri, dan optimis agar dapat beradaptasi dengan lingkungan serta mampu berkompetisi di dunia global,
  7. Mengembangkan manajemen pendidikan yang transparan, kredibel, profesional, partisipatif, dan berorientasi kemajuan,
  8. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pendidikan secara berkelanjutan melalui pengembangan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Indikator Misi.

Indikator Misi SMA Walisongo adalah:

  1. PPDB mampu memperoleh input siswa yang berkualitas.
  2. Memiliki konsep pengelolaan sekolah dan peraturan kepegawaian.
  3. Terlaksananya Standar Pelayanan Minimal Sekolah.
  4. Terlaksananya peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan workshop.
  5. Tercapainya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran secara terstruktur dan berkesinambungan.
  6. Tercipta budaya literasi sekolah dan Pondok (lingkungan sehari-hari).
  7. Mampu menggunakan peralatan laboratorium secara terampil dan terpadu.
  8. Memiliki program intra dan ekstra kurikuler yang mendukung peningkatan minat dan bakat siswa.
  9. Tercapainya hubungan harmonis dan kerjasama pro aktif antara Sekolah, Pondok Pesantren, Orang Tua/ Wali, Pemerintah, Masyarakat sekitar dan institusi lain.
  10. Memiliki jaringan kerja sama pendidikan lokal dan internasional.
  11. Memiliki pedoman perilaku warga Sekolah.
  12. Tercapainya pemahaman aqidah Islam Ahlus Sunah wal Jama’ah An Nahdliyah