Kenapa Sih Kaki dan Tangan Bisa Kesemutan? Berbahayakah?

Kenapa Sih Kaki dan Tangan Bisa Kesemutan? Berbahayakah?

Pernahkah Anda mengalamai “kesemutan“? Bisa dikatakan, kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan. Sensasi menggelitik dan menusuk yang datang tiba-tiba di tangan atau kaki, bagaikan ditusuk-tusuk jarum kecil tersebut kerap kali menghinggapi seseorang kala kelamaan duduk.

Kejadian yang seperti itulah lazim dinamakan dengan “ kesemutan”, karena sensasi yang dirasakan mirip digerayangi ratusan semut di bawah kulit. Memang tidak sampai terasa sakit minta ampun, tapi rasanya lumayan tidak nyaman juga dan terkadang bikin susah bergerak. Anehnya, hanya dengan menggoyang-goyangkan kaki sebentar saja atau meluruskan kaki dan tangan yang kesemutan, sensasi itu perlahan menghilang.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia dalam Berbagai Bidang

Pengertian Kesemutan dalam Pandangan Medis

Apa itu kesemutan? Dilansir dati Hello Sehat, kesemutan adalah kondisi yang Anda alami saat saraf di tangan atau kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu cukup lama. Dalam dunia medis, kesemutan disebut dengan paresthesia. Rasa menggelitik yang tidak nyaman ini biasanya terjadi di bagian-bagian tubuh yang rutin digunakan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya kaki, lengan, atau tangan.

Definisi Kesemutan Menurut Pandangan Medis

Berlutut, duduk bersila, atau tidur bersedekap terlalu lama bisa menyebabkan sesasi menggerayang ini. Apa penyebabnya? Penyebab yang paling utama adalah saraf yang terjepit. Tubuh manusia memiliki miliaran saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak dan tulang belakang ke seluruh tubuh.

Saat tangan atau kaki menerima begitu banyak tekanan dalam waktu lama, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan terjepit. Saraf yang terjepit akan menyebabkan otak Anda kekurangan informasi mengenai sensasi indra peraba yang diharapkan datang dari kumpulan saraf tersebut.

Tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut. Akibatnya, saraf-saraf itu juga jadi tidak bisa menerima darah dan oksigen yang mereka butuhkan dari jantung. Ini menyebabkan pesan sensorik saraf jadi terblokir sehingga anggota tubuh yang bermasalah ini akan “mati rasa”. Selain saraf yang terjepit, misalnya karena Carpal Tunnel Syndrome (CTS), ada banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan Anda mengalami kesemutan.

Sebagai contoh, gigitan serangga atau hewan, racun alergen dalam makanan laut, sakit kepala migrain, atau terapi radiasi. Konsumsi alkohol berlebihan hingga kekurangan gizi seperti vitamin B-12, kalium, kalsium, dan natrium dalam tubuh juga bisa menyebabkannya. Kadang, cedera tertentu bisa menghasilkan sensasi kebas atau menggelitik seperti tertusuk, misalnya cedera saraf leher atau hernia tulang belakang (herniated disk/nucleus pulposus atau slipped disk). Demikian juga dengan peradangan atau pembengkakan sumsum tulang belakang atau pada otak. Keduanya bisa memberikan tekanan pada satu saraf atau lebih.

Makanan yang Perlu Diperhatikan

Tiga tahapan kesemutan Kesemutan sebenarnya terjadi dalam tiga tahap. Satu sampai empat menit setelah tangan atau kaki menerima tekanan berat adalah tahap pertama yang disebut “kompresi menggelitik”. Sensasi yang muncul pada tahap ini digambarkan seperti luapan busa minuman soda yang terasa samar, atau seperti dengungan.

Tahap kedua biasanya dimulai sepuluh menit setelahnya, disebut dengan “mati rasa”. Sensasi kebas ini akan berlangsung selama tekanan pada saraf dan pembuluh darah kaki masih berlangsung. Akhirnya, setelah tekanan diangkat, tahap ketiga mulai mengambil alih proses ini: kesemutan. Kita semua sudah sangat akrab dengan sensasinya yang terasa seperti tusukan yang menggelitik dan geli mengganggu.

Sensasi kesemutan ini disebabkan oleh proses saraf perifer yang kembali bekerja untuk mengirimkan pesan rasa sakit ke otak. Kumpulan saraf lain, seperti saraf yang berfungsi mengatur suhu tubuh, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Kesemutan biasanya akan terasa lebih menyakitkan daripada kedua tahap yang mengikutinya, tetapi kemudian akan perlahan mereda.

Kita biasanya tidak dapat mengetahui persis kapan sensasi tersebut akan kembali normal. Bagaimana cara mengatasinya? Sensasi kesemutan dapat diatasi dengan mengangkat tekanan dari bagian tubuh yang terpengaruh, misalnya dengan berdiri dan berjalan sebentar setelah duduk bersila terlalu lama, atau menggoyang-goyangkan tangan. Hal ini akan memungkinkan suplai darah kembali normal, sehingga menghilangkan sensasi mati rasa dan menggelitik yang menyulitkan Anda. Setelahnya, kaki dan tangan akan berfungsi normal seperti sedia kala.

Baca juga: Hakikat Ilmu Fisika yang Jarang Diketahui

Kesemutan yang perlu diwaspadai Kesemutan umumnya bersifat sementara. Namun pada banyak kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi medis yang berat, kambuhan, atau kronis. Kesemutan kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya, misalnya nyeri, gatal, dan penyusutan/kelemahan otot.

Dalam kasus tersebut, kesemutan bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf sebagai hasil dari beragam kondisi medis yang mendasarinya, misalnya kejang, cedera traumatik atau berulang, infeksi bakteri atau virus, pengerasan arteri, dan penyakit sistemik seperti stroke, diabetes, penyakit hati, ginjal, gangguan tiroid, hingga kanker. Kerusakan saraf seperti ini disebut dengan neuropati perifer. Ada lebih dari 100 jenis berbeda dari neuropati perifer, dan seiring waktu kondisi ini dapat semakin parah dan menyebabkan penurunan mobilitas tubuh hingga disabilitas.

Kesemutan juga bisa sebagai pertanda awal dari beberapa penyakit autoimun dan turunan, seperti Guillain-Barre syndrome, lupus, arthritis rematoid, Raynauds syndrome, dan Charcot-Marie-Tooth syndrome. Kapan harus ke dokter?

Gejala lain yang harus Anda perhatikan mencakup perasaan bingung dan linglung, sulit fokus, bicara cadel, gangguan penglihatan, perasaan lemah atau sakit parah, dan kehilangan kendali atas saluran pencernaan atau kandung kemih Anda. Segera cari bantuan medis terdekat jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas setelah Anda mengalami kesemutan yang terasa tidak biasa, atau mengalami cedera punggung, leher, atau kepala yang membuat Anda tidak dapat berjalan atau bergerak. Kehilangan kesadaran setelah mengalami kesemutan juga merupakan tanda peringatan bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Demikian sekilan informasi mengenai Fenomena Kesemutan pada Manusia. Semoga bermanfaat, salam.

SMA Walisongo Sragen Peduli Sosial – Donor Darah di Ponpes Walisongo Sragen

SMA Walisongo Sragen Peduli Sosial – Donor Darah di Ponpes Walisongo Sragen

Pagi ini Ponpes Walisongo Sragen, melalui kerjasama Gus Mustawa selaku Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Walisongo Sragen dengan PMI Kabupaten Sragen mengadakan kegiatan bakti sosial.

Adapaun kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan rutinan kemasyarakatan (secara berkelanjutan) melalui Donor Darah Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan Sabtu, 12 Januari 2019 di aula Pondok Pesantren Walisongo Sragen.

Adapun pendonor adalah para Dewan Atatidz/asatidzah Bapak Ibu Guru beserta Santri SMA Walisongo Sragen.

Berbekal dengan pendekatan personal kemasyarakatan yang melekat pada ruh Pondok Pesantren Walisongo Sragen ini, salah satunya melalui kegiatan donor darah, tak ayal semakin lekat nama pesantren Walisongo di kalangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, khsusunya warga masyarakat Sragen.

Dari kegiatan ini, Gus Mustawa berharap para Santri khususnya dan seluruh elemen Pondok Pesantren Walisongo mampu melebur dalam perjuangan melalui berbagai aspek hubungan horisontal sosial masyarakat. Tidak sekedar “ngangsu kaweruh” pendidikan agama Islam, namun juga melaksanakan wujud nyata hasil implementasi ilmu agama Islam yang didapatkan.

Penerimaan Siswa Baru SMA Walisongo Karangmalang Sragen TA 2019-2020 GEL II

Penerimaan Siswa Baru SMA Walisongo Karangmalang Sragen TA 2019-2020 GEL II

INFORMASI PPDB PONDOK PESANTREN WALISONGO SRAGEN TAHUN 2019/2020

Kuota Santri SMP dan SMA Walisongo Karangmalang Sragen

SMP : Kuota 160 santri
SMA : Kuota 30 santri

Jumlah Pendaftar Gelombang 1 ( Mulai tanggal 10 september 2018 – 26 januari 2019)
SMP : 66
SMA : 18

Jumlah Pendaftar Gelombang 1 Tahun kemarin :
SMP : 56
SMA : 14

Berikut ini adalah skema penerimaan Siswa Baru SMA Walisongo Sragen khususnya, umumnya Santri Pondok Pesantren Walisongo Sragen:

Melaksanakan tes seleksi, meliputi:
✅Tes Akademis (Pengetahuan Umum)
✅Tes Lisan (Membaca Al-Quran dan Imlak)
✅Tes Wawancara (calon santri dan calon walisantri)
✅Penandatanganan MOU (Surat Perjanjian)

SYARAT PENDAFTARAN SISWA BARU SMA WALISONGO SRAGEN:

  1. Diantar orangtua/wali
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Menyerahkan dua lembar Fotocopy Ijazah dan SKHU SMP/MTS yang dilegalisir
  4. Menyerahkan pas foto berwarna 3×4 sebanyak 6 lembar
  5. Menyerahkan Fotocopy Akta Kelahiran, KK, dan KTP orang Tua 2 lembar
  6. Menyerahkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan Nomer peserta Ujian Nasioal
  7. Foto Copy KIP(Kartu Indonesia Pintar) jika mempunyai
  8. Fotocopy raport bagian identitas siswa dan nilai dari kelas 4-6 sebanyak 1 lembar
  9. Diantar langsung oleh orangtua/wali
  10. Semua persyaratan diberikan kepada panitia PPDB PON-PES WALISONGO SRAGEN

Catatan Khusus yang Harus Diperhatikan:

  • Berkas-berkas persyaratan pendaftaran harus sudah dibawa semua ketika tes
  • Apabila dari Sekolah Asal belum mengeluarkan Ijazah dan SKHUN, maka kedua berkas tersebut bisa disusulkan setelahnya

ALUR PENDAFTARAN SISWA BARU SMA WALISONGO SRAGEN

  1. Pendaftaran bisa melalui via online, di alamat web: KLIK DI SINI
  2. Datang langsung ke Pondok Pesantren walisongo Sragen dengan alamat Sungkul Rt 12 Rw 04, Plumbungan Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah
  3. Waktu pendaftaran Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 – 26 januari 2019
  4. Tes Seleksi gelombang I dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2019
  5. Waktu pendaftaran Gelombang II dilaksanakan pada tanggal 28 Januari – 18 Mei 2019
  6. Tes Seleksi Gelombang II dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2019
  7. Datang ke Pondok Pesantren Walisongo Sragen untuk melaksanakan tes (sesuai tanggal yang telah ditentukan)

Informasi lebih lengkap, silahkan lihat di brosur pendaftaran.

Brosur Pendaftaran SMA Walisongo Karangmalang Sragen
Brosur pendaftaran SMA Walisongo Karangmalang Sragen
Brosur Pendaftaran SMA Walisongo Karangmalang Sragen
Brosur pendaftaran SMA Walisongo Karangmalang Sragen

(082134177161) – Wiwin Puji Lestari

(0271) 8820784 – SMA WALISONGO SRAGEN

(0271) 892654 – Pondok Pesantren Walisongo Sragen

085 740 804 825 – (Ahmad Aliif Khumaid, S.Si, M.Pd – Kepala Sekolah)

Untuk tes seleksi Gelombang 2 akan dilaksanakan di Tanggal 19 Mei 2019.