Santri SMA Walisongo Sragen Semarakkan HSN (Hari Santri Nasional) 2018

Santri SMA Walisongo Sragen Semarakkan HSN (Hari Santri Nasional) 2018

Sragen, WalisongoNews – Pada tanggal 22 oktober 2018, di alun – alun  Sragen terdapat sebuah acara yang dibangga –banggakan para santri yaitu acara Hari Santri Nasional, disini terdapat ratusan santri  dan para penggurus NU yang berdatangan dari berbagai daerah, khususnya dari Sragen. Acara ini dimulai dengan adanya upacara yang dilaksanakan sekitar pukul 08.05 WIB.

Drumband dari MI Ma’arif Tanggan ikut memeriahkan acara tersebut. Setelah itu dilanjutkan menyanyikan lagu wajib Indonesia raya dan himne Hari Santri. Pembacaan oleh Pembina upacara yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Bupati Sragen. Lalu, pembacaan resolusi jihad. Setelah itu dilanjutkan pembacaan ikrar santri dilanjut dengan amanat Pembina, tidak lupa juga menyanyikan Mars Syubanul  Wathon, dan Mars hari santri. Acara yang terakhir pembacaan do’a dan penutup.

Baca juga: Pemilu ISWA Periode 2019 Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Tidak beda jauh dengan tahun kemarin, setelah acara selesai ada penyerahan resmi  11 mobil ambulance, 1 mobil banser dan 1 sepeda motor Vario. Setelah itu ada pembagian piala bagi pemenang lomba. Piala terbanyak diraih oleh pondok pesantren Mambaut Thoyyibah Mondokan.

Acara ini selesai sekitar pukul 10.05 WIB. Para santri dan tamu undangan lainnya meninggalkan alun-alun.Tapi, setelah selesai acara petugas acara dari ponpes walisongo membersihkan alun-alun. Sekitar 50 santri dari ponpes walisongo menjadi petugas kebersihan lingkungan sebagai tanda cinta terhadap alam sekitar. Adapun juga petugas untuk hiburan atau pengisi sela waktu ada IHWA (Ikatan Hadroh Walisongo).

Pemilu ISWA Periode 2019 Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Pemilu ISWA Periode 2019 Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Sisi sederhana dalam implementasi demokrasi dalam keberjalalan ISWA sebagai wujud garda depan Pondok adalah melalui pemilihan Presiden ISWA. Presiden yang dimaksud di sini seperti halnya sebagai sosok Eksekutif dalam Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Mereka akan menjalankan roda pemerintahan Pondol satu tahun ke depan (jangan samakan dengan kurun waktu jabatan Presiden di negara kita yakni 5 tahun).

Sosok presiden ISWA yang terdiri dari 4 orang yang tetbagi dalam 2 paket pemimpin, satu pasang bagi Santri Putra dan satu paket lagi untuk santri Putri. Mereka dipilih laiknya sebuah pesta demokrasi di Indonesia, yakni dipilih berdasarkan asas demokrasi, LUBER.

Pola pemilihan Presiden ISWA yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan tersentral menjadi satu (kalau dalam pemerintahan terbagi menjadi sebuah hierarki yang panjang, KPU Pusat, KPU Propinsi, KPU Kabupaten, hingga Panitia Pemilihan Kecamatan dan Desa). Mereka berupaya menjalankan sistem pemilihan yang adil tanpa ada proses interfensi dari Santri maupun Pengasuh.

Hebatnya lagi, metode yang digunakan dalam penyampaian Visi Misi yang dinamakan masa kampanye juga diatur sedemikian rupa. Para Paslon berupaya berebut suara dari para rekan sejawat, sampai pada para dewan Asatidz Asatidzah.

Krmarin, 14 Oktober 2018 menjadi tonggak sejarah baru bagi Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Proses demokrasi pemilihan Presiden ISWA dimulai dengan gegap gempita riang para santri. Mereka berduyun-duyun menggunakan hak pilih untuk memberikan hak suaranya guna memperoleh santri idola, pemimpin mereka 1 tahun ke depan.

Bagi santri demisioner, akan mempertanggungjawabkan kepemimpinan selama satu tahun jabatan yang diemban melalui majelis kehormatan di depan Pengasuh, Dewan Asatidz, dan seluruh santri Pondok Walisongo Sragen.

Abah K.H Ma'ruf Islamuddin memberikan Hak Suara pada Pemilu ISWA Periode 2019

Abah K.H Ma’ruf Islamuddin memberikan Hak Suara pada Pemilu ISWA Periode 2019

 

Gus Mustawa Mencoblos saat Pemilu ISWA 2019

Gus Mustawa Mencoblos saat Pemilu ISWA 2019

Penjelasan Dimensi Besaran dan Penggunaanya dalam Fisika

Penjelasan Dimensi Besaran dan Penggunaanya dalam Fisika

Pengertian Dimensi Besaran dan Penggunaanya dalam Fisika – Apakah kalian sudah mengetahui apa yang dinamakan dimensi? Untuk memahaminya kalian dapat mencermati pertanyaan berikut. Digolongkan dalam besaran apakah besaran gaya itu? Materi kita kali ini melanjutkan materi besaran dan pengukuran Fisika yang telah kita bahas sebelumnya.

Tentu kalian menjawab besaran turunan. Diturunkan dari besaran pokok apa saja gaya itu? Jika kalian cermati kembali contoh yang sudah saya sampaikan sebelumnya, maka kalian akan mengetahui satuan gaya yaitu kg.m.s-2.

Dari satuan ini dapat ditentukan besaran-besaran pokoknya yaitu massa, panjang dan dua besaran waktu. Penggambaran suatu besaran turunan tentang besaran-besaran pokok penyusunnya seperti di atas dinamakan dimensi. Dimensi dari tujuh besaran pokok telah disusun dan digunakan sebagai dasar dimensi besaran turunan.

Menentukan dimensi suatu besaran turunan dapat ditentukan dari satuannya, tentunya dapat dilakukan dengan mengetahui persamaan yang ada.

Misalkan saja Anda ingin mencari dimensi dari Luas.Maka luas merupakan hasil perkalian dari besaran pokok panjang dengan panjang. Kita tahu, bahwa satuan panjang adalah meter dan dimensinya L. Maka, dimensi dari luas adalah [L] kuadrat. Hal ini bisa Anda terapkan pula ketika ingin menentukan besarnya dimensi dari besaran pokok lain, misalnya Gaya.

Gaya merupakan hasil dari perkalian massa dan percepatan. Sedangkan percepatan sendiri adalah perubahan kecepatan terhadap waktu. Dari situ, Anda akan menemukan dimensi penyusun dari tiap bagian sehingga ketemu dimensi yang ditanyakan (gaya).

Maka,

Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi

Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini adalah contoh dimensi dalam fisika:

Contoh dimensi dalam fisika
Contoh dimensi dalam fisika

Berdasarkan gambar tabel di atas, Anda dapat mencari dimensi suatu besaran yang lain dengan cara mengerjakan seperti pada perhitungan biasa. Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian biasa ditulis dengan tanda pangkat negatif.

Setidaknya menurut saya Anda sudah memperoleh gambaran secara jelas.

Manfaat Dimensi

Jika kalian memahami dimensi dengan seksama maka kalian akan menemukan suatu manfaat dari dimensi. Manfaat itu diantaranya adalah seperti berikut.
(1) Dimensi dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu persamaan.

Dalam ilmu fisika banyak dibantu dengan bentuk-bentuk penjelasan sederhana berupa persamaan fisika. Bagaimanakah cara kalian membuktikan kebenarannya? Salah satu caranya adalah dengan analisa dimensional. Analisis dimensional adalah suatu cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan, dengan cara memerhatikan dimensi besaran tersebut.

Perhatikan contoh penerapan analisis demensional di bawah ini:

contoh penerapan analisis demensional
contoh penerapan analisis demensional
(2) Dimensi dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran dari besaran-besaran yang mempengaruhinya.

Untuk membuktikan suatu hukum-hukum fisika  dapat dilakukan prediksi-prediksi dari besaran yang mempengaruhi. Dari besaran-besaran yang berpengaruh ini dapat ditentukan persamaannya dengan analisa dimensional. Bahkan hubungan antar besaran dari sebuah eksperimen dapat ditindak lanjuti dengan analisa ini.

Perhatikan penerapannya di bawah ini:

Dimensi dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran
Contoh Dimensi dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran

Demikian sekilas informasi mengenai Pengertian Dimensi Besaran dan Penggunaanya dalam Fisika. Jika ada kata-kata dari penjelasan saya yang belum jelas, silakan disampaikan untuk kita diskusikan kembali njeh. Jangan lupa share dan salam sukses untuk kita bersama, salam. (M. Sahil Luqman)

 

Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater

Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater

Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater – Pada hakikatnya semua manusia dianugerahi oleh Tuhan apa yang disebut “sense of beauty”, rasa keindahan. Meskipun ukurannya tidak sama pada setiap orang, jelas setiap manusia sadar atau tidak menerapkan rasa keindahan ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita memantas diri dalam berpakaian, memilih dasi, memilih sepatu, dan berdandan (sekedar contoh).

Senantiasa rasa keindahan berperan memandu perilaku kita untuk memilih apa yang kita anggap menampilkan citra harmonis yang pada umumnya kita sebut tampan, gagah, cantik, ayu, rapi. Dalam bahasa sehari-hari, yaitu penggunaan kata “lain” menyebut fenomena keindahan. Demikian pula dalam melengkapi kebutuhan hidup, kita selalu dipandu oleh rasa keindahan.

Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater

Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari,

Katakanlah dalam menata arsitektur rumah tinggal, memilih perabotan rumah tangga, televisi, kulkas, otomotif, sampai kepada pembelian piring, sendok, garpu, dan segala macam barang yang kita gunakan di kota. Demikian pula pada kehidupan di desa, hampir semua benda yang dibutuhkan memiliki kaitan dengan rasa keindahan dan seni, seperti kain tenun, keris, batik, ornamen, busana, keramik, perhiasan, alat musik, dan banyak lagi.

Hal yang sama terdapat pula di daerah pedalaman, betapapun sederhana tingkat kehidupan manusia, dalam perlengkapan dan peralatan hidupnya, seperti busana, tata rias, motif ornamen, tari-tarian, musik, dan banyak sekali karya-karya seni etnik yang sangat indah dan mengagumkan. Dengan uraian ini, menjadi jelas bahwa seni terdapat di mana-mana. Itulah sebabnya kesenian secara antropologis ditempatkan sebagai unsur kebudayaan yang universal, sama seperti rasa keindahan yang juga bersifat universal.

Tingkat kepekaan perasaan keindahan akan berkembang lewat kegiatan menerima (sikap terbuka) kepada semua manifestasi seni rupa, mengapresiasi aspek keindahan dan maknanya (seni lukis, seni patung, seni grafis, desain, dan kriya) menghargai aspek keindahan dan kegunaannya (desain produk atau industri, desain interior, desain komunikasi visual, desain tekstil, dan berbagai karya kriya (kriya keramik, tekstil, kulit, kayu, logam dan lain-lain). Melalui proses penginderaan, kita mendapatkan pengalaman estetis.

Dari proses penghayatan yang intens, kita akan mengamalkan rasa keindahan yang dianugerahkan Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengamati karya seni rupa murni dan seni rupa terapan, dalam arti praksis adalah kemampuan mengklasifikasi, mendeskripsi, menjelaskan, menganalisis, menafsirkan dan mengevaluasi serta menyimpulkan makna karya seni.

Aktivitas ini dapat dilatih sebagai kemampuan apresiatif secara lisan maupun tulisan. Aktivitas pendukung, seperti membaca teori seni, termasuk sejarah seni dan reputasi seniman, dialog dengan tokoh seniman serta budayawan, merupakan pelengkap kemampuan berapresiasi, sehingga para siswa dapat menyertakan argumentasi yang logis dalam menyimpulkan makna seni.

Secara psikologis pengalaman pengindraan karya seni itu berurutan dari sensasi (reaksi panca indra kita mengamati seni), emosi (rasa keindahan), impresi (kesan pencerapan), interpretasi (penafsiran makna seni), apresiasi (menerima dan menghargai makna seni, dan evaluasi (menyimpulkan nilai seni). Aktivitas ini berlangsung ketika seseorang mengindra karya seni, biasanya sensasi tersebut diikuti dengan aktivitas berasosiasi, melakukan komparasi, analogi, diferensiasi, dan sintesis. Pada umumnya karya seni yang dinilai baik akan memberikan kepuasan spiritual dan intelektual bagi pengamatnya.

Source: KemFOdikbud

9 Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan dalam Ilmu Biologi

9 Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan dalam Ilmu Biologi

9 Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan dalam Biology Science yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula, peneliti harus memiliki sifat-sifat berikut ini.

9 Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan dalam Ilmu Biologi

1. Mampu Membedakan Fakta dan Opini

Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi dari seseorang yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga di dalam melakukan studi kepustakaan, seorang peneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini agar hasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

2. Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan

Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketika berada dalam satu ruang dengan orang lain. Begitu juga pada saat bertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akan senantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatan secara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankan kebenaran yang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudah dilengkapi dengan fakta yang jelas sumbernya.

Baca juga: Glosarium Biologi [Kamus Biologi Lengkap]

3. Mengembangkan Keingintahuan

Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusaha memperluas pengetahuan dan wawasannya, tidak ingin ketinggalan informasi di segala bidang, dan selalu berusaha mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.

4. Kepedulian Terhadap Lingkungan

Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduli terhadap lingkungannya dan selalu berusaha agar penelitian yang dilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya, yaitu justru merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

5. Berpendapat Secara Ilmiah dan Kritis

Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidak mengada-ada tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, peneliti juga harus kritis terhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.

6. Berani Mengusulkan Perbaikan atas Suatu Kondisi

Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang harus dihadapinya jika sudah mengusulkan sesuatu. Usulan tersebut selalu diembannya dengan baik dan dilaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkannya dalam bentuk nyata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.

7. Bekerja Sama

Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerja sama dengan orang lain dan tidak individualis atau mementingkan diri sendiri. Ia meyakini bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.

8. Jujur Terhadap Fakta

Peneliti yang baik harus jujur terhadap fakta dan tidak boleh memanipulasi fakta demi kepentingan penelitiannya karena penelitian yang baik harus berlandaskan pada studi kepustakaan yang benar agar kelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama, didapatkan hasil yang sama pula. Apa pun fakta yang diperolehnya, ia harus yakin bahwa itulah yang sebenarnya.

Baca juga: Cara Kerja Mata Manusia dan Bagian-bagiannya

9. Tekun

Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendek untuk menghasilkan sebuah teori, tetapi kadang kala memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Seorang peneliti yang baik harus tekun dalam penelitian yang dilakukannya, tidak boleh malas, mudah jenuh, dan ceroboh, juga harus rajin, bersemangat, serta tidak mudah putus asa. Dengan demikian, ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Setidaknya, itulah 9 Sikap Ilmiah dalam Biologi Science. Semoga bermanfaat, salam. (M. Sahil Luqman)