oleh Admin SMA Walisongo Sragen | Nov 21, 2018 | Ilmiah
Sejarah Asal Mula Ilmu Kimia – Pada dasarnya, ilmu kimia moderen telah berkembang sekitar 2 abad yang lalu yang diketahui dari study kuno yang dilakukan para ahli Alkimia atau ahi alkemi selama 2000 tahun sebelumnya. Dengan begitu, maka pertama mucul bukanlah ilmu kimia melainkan Alkimia.
Sebelumnya, sebagian orang memang belajar dan belajar ilmu kimia dengan tujuan yang sama, yakni ingin merubah logam biasa menjadi bentuk lain yang memiliki nilai lebih tinggi. Sebut saja misalkan emas, tambaga, timah dll yang mempunyai nilai yang mahal.
Ilmu Alkimia dapat diketahui dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para filsuf (alhi filsafat) tukang sihir, dan para pengamat astronomi (pengamat bintang ahli nujum). Tulisan awal tentang ilmu Alkimia diketahui berasal dari Mesir (1500 SM), Cina (600 SM), dan Yunani (500 SM). Jika diartikan dari bahawa Arab, Alkimia berasal dari kata al-Khem yang berarti “seni dari Mesir”.
Ketika melihat fakta sejarah demikian, kemungkinan besar Alkimia juga dipelajari pertama kali oleh orang Islam di Mesir. Wallohu a’lam.
Para Ahli Alkimia berpendapat, bahwa di alam semesta ini hanya terdiri dari empat komponen utama, yakni udara, air, tanah dan api.Setiap unsur memiliki dua dari keemoat sifat tadi, dingin, kering, panas dan basah.
Kemuculan Teori Alkimia di Dunia
Sejarah Asal Muasal Ilmu Kimia
Dari sejarah tersebut, maka teori alkimia menjelaskan tentang keempat unsur penyusun semesta ini seperti anggapan mereka. Menurut mereka, Api mlerupakan gabungan dari panas dan kering; tanah gabungan dari basah da dingin; udara gabungan dari kering dan dingin; dan air gabungan dari basah dan panas. Penjelasan tersebut menjadi salah satu dasar penjabaran peristiwa mendidih, mencair, membeku,menyublim dll.
Dari berbaagai penelitian tersebut, akhirnya ilmu Alkimia mencapai puncaknya sekitar 1400 Masehi. Setelah masa itu, orang -orang mulai meragukan berbagai teori dari ilmuan Alkimia. Dengan proses kemunduran Alkimia, banyak orang mulai berbodong-bondong melakukan uji coba dengan lebih teliti untuk membuktikan teori masing-masing.
Sehingga pada akhirnya, muncul ide gagasan guna mempermudah penelitian mereka, faktanya juga masih digunakannya ilmu Alkimia dan terlahir ilmua Kimia. Kedua teori keilmuan tersebut disinergikan bersama-sama. Kelahiran ilmu kimia tersebut terjadi kurang lebih adab ke -17.
Tanda kebangkitan ilmu kimia dengan penerbitan sebuah buku dengan judul The Sceptical Chymist oleh ilmuan Inggris bernama Robert Boyle (tahun 1627-1691). Boyle menunjukkan penelitian dari konsep Alkimia sebelumnya dengan eksperimen yang membuktikan bahwa sistem empat unsur tidak dapat menjelaskan sifat untuk banyak Zat.
Boyle menjelaskan bahwa setiap unsur adalah zat tunggal murni yang tidak dapat dipecah lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Konsep inilah yang sampai saat ini “dikenal” dengan sebutan “atom”.
Dengan kemunculan teori inilah, seiring berjalannya waktu teori Alkimia mulai luntur dan banyak para ilmuan mulai gencar meneliti zat-zat untuk sekedar mengetahui sifat-sifatnya.
Perkembanga Ilmu Kimia
Sekitar tahun 1766, ahli kimia asal Inggris bernama Henry Cavandish menemukan cara membuat gas hidrogen dengan menuangkan asam pada logam, seperti besi dan seng. Dari hal itu, beliau mengatakan bahwa gas tersebut merupakan “udara yang mudah terbakar” dengan terlihatnya percikan api korek apai mudah sekali membakarnya.
Penelitian berlanjut. Sekitar tahun 1772, ahli kimia Swedia bernama Carl Scheele (1742-1786) menemukan oksigen dan udara. Pada tahun 1781 Kimiawan Inggris bernama Joseph Priestley (1733-1804) menunjukkan bahwa air terbentuk manakala hidrogen terbakar di udara. Selanjutnya, Cavendish membuat air dengan membakar hidrogen dalam oksigen. Semua pekerjaan eksperimen ini dikumpulkan selama 15 tahun.
Baca juga: Hakikat Ilmu Fisika yang Jarang Diketahui
Pada tahun 1783, kimiawan Perancis bernama Antoine-Laurent Lavoisier mengulang eksperimen Cavendish dan menggunakan gagasan tentang unsur untuk menjelaskan hasil percobaan yang telah ada sebelumnya.
Dia juga mengatakan bahwa logam adalah unsur , sedangkan asam adalah senyawa yang mengandung hidrogen. Jika asam dan logam bercampur, maka logam menggantikan tempat hidrogen yang terlepas dalam bentuk gas. Gagasan Lavoisier, bahwa unsur-unsur dapat memisahkan diri dan dapat bergabung lagi satu sama lai dalam kombinasi berbeda. Dan pernyataan ini menjadi salah satu dasar perkembangan ilmu kimia moderen saat ini. (M. Sahil Luqman)
oleh Admin SMA Walisongo Sragen | Nov 21, 2018 | Ilmiah
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu sains selain Kimia dan Biologi. Lalu sebenarnya apa sih ilmu sains itu? Ilmu sains adalah suatu ilmu pengetahuan yang memperlajari gejala alam. Dalam proses memperlajari ilmu alam, ada tiga hal pokok yang perlu dilakukan, yakni pengamatan, eksperimen (percobaan) dan analisa.
Nah, karena Fisika merupakan salah satu ilmu yang mempelajari alam, maka ia termasuk dala kategori ilmu sain, begitulah penjelasan ringkasnya.
Secara pokok, Fisika mempelajari materi dan energi beserta interaksi antara keduanya. Sebagai contoh, kita sering kali mengetahui bahwa banyak ilmuwan yang mempelajari gelombang cahaya beserta instalasi listrik yang mampu dihasilkannya; atau mendengar bahwa ilmuwan mengembangkan ilmu PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), dan tentu saja akan berkaitan dengan reaksi fisi fusi dari tembakan netron dan atom reaktif.
Apakah kita boleh mengatakan bahwa sains merupakan sebuah produk pengetahuan?
Berdasarkan pandangan, salah satunya Chollete dan Chiappetta pada tahun 1994 menyatakan bahwa sains merupakan a body of knowledge, a way of thinking, and a way of investigating. Artinya saina merupakan sebuah kumpulan pengetahuan, sikap cara berfikir serta proses untuk melakukan penyelidikan.
Secara runtut, berikut ini adalah mode lahirnya ilmu Fisika:
- Obervasi (pengamatan)
- Perumusan masalah
- Penyusunan hipotesis
- Eksperimen
- Kesimpulan
- Ditemukannya teori dan konsep
Ke-6 langkah di atas menjadi dasar fundamental yang mengakibatkan ilmu fisika mampu lahir dan berkembang secara kontinu.
Berdasarkan hal itulah, secara simpel dikatakan bahwa,
Hakikat ilmu Fisika adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari materi beserta energi yang menyertainya serta interaksi imbal balik antara keduanya dengan proses metode ilmiah. Tiga hal pokok yang terkandung di dalamnya berupa konsep, prinsip dan teori.
Baca juga: Penggunaan Residu Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia
Demikian sekilas informasi mengenai Hakikat Ilmu Fisika yang Wajib Anda Tahu. Semoga bermanfaat, salam.
oleh Admin SMA Walisongo Sragen | Nov 21, 2018 | Ilmiah
Penggunaan Residu Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia – Residu (hasil pengolahan) merupakan fraksi terbawah dalam minyak bumi dengan titih didih tertinggi. Oleh karena itu, pada suhu kamar (antara 20-30 deajat celcius) umumnya residu tersebut berbentuk padat.
Beberapa residu minyak bumi yang dapat digunakan dalam industri Petrokimia antaralain sebagai oli (minyak pelumas mesin bermotor), gemuk, malam dan aspal. Dalam artikel ini akan sedikit kami ulas beberapa pemanfaatan dari residu tersebut.
Artikel lanjutan: Cara Kerja Mata Manusia dan Bagian-bagiannya
Penggunaan Residu Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia
1. Oli (Minyak Pelumas)
Minyak pelumas atau yang sering disebut oli terdapat dalam bagian miyak mentah yang mempunyai daerah titik didih tertinggi, yakni sekitar 400 derajar C ke atas. Fraksi minyak pelumas ini dapat dipisahkan dari residu lainnya dengan cara distilasi hampa.
Minyak pelumas terdiri atas senyawa hidrokarbon seperti alkana, sikloalkana, aromatik, dan sejumla senyawa organik yang mengandung oksigen dan belerang. Minyak pelumas sendiri digunakan untuk memberikan lapisan minyak antara dua permukaan yang saling bergesekan, sebut saja mesin kendaraan bermotor seperti Sepeda Motor, Mobil dll. Tujuan keberadaan minyak pelumas tersebut untuk meredam atau mengurangi panas hasil gesekan kedua permukaan mesin tersebut.
2. Gemuk
Gemuk merupakan minyak pelumas yang dipertebal dengan jalan mendispersikannya dengan sabun atau lempung. Disamping sebagai bahan penebal, ke dalam gemuk hampir sama dengan minyak pelumas, yaitu berfungsi untuk melindungi kedua permukaan sebuah mesin dari hasil gesekan.
3. Malam
Malam merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai titik didih sekitar 45-100 derajat celcius, dengan kandungan jumlah atom C sekitar 20 sampai 75 buah. Malam dapat dibagi menjadi dua, yakni Parafin dan Kristal Mikro. Malam parafin mengandung sedikitnya 20-5 atom karbon dalam setiap berat massa molekulnya 300-350, sedangkan kristal mikro tersusun dari 35-75 atom karbon setiap molekulnya dengan berat molekul rata-rata 600-1000.
Malam sendiri digunakan untuk melaipis kertas, papan, pembuatan lilin, korek api, kosmetik, kain batik, isolasi listrik serta komponen tinta cetak
4. Aspal
Aspa merupakan salah satu residu minyak bumi yang banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya jalan raya. Aspal dikenal sebagai bitumen setengah padatan berwarn hitam pekat yang terdiri atas partikel kolbid aspalten yang terdispersi dalam resin dan konstituen minyak.
Aspalten dipisahkan dari resin dan konstituen minyak dengan cara melarutkannya dalam nafta. Namun, aspaten tidk larut dalam nafta dan mengendap sebagai serbuk yang berwarna hitam, dan itulah yang dinamakan aspal.
Aspal memiliki titik didih sekitar 118 – 125 derajat celcius. Selain digunakan sebagai bahan pengerasan jalan raya, juga digunakan untuk melapisi kebocoran atap, pipa dan batu baterai.
Artikel lanjutan: Sejarah Asal Muasal Ilmu Kimia
Demikian sekilas informasi mengenai Penggunaan Residu Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia. Semoga bermanfaat, salam.
oleh Admin SMA Walisongo Sragen | Nov 21, 2018 | Berita
Pondok Pesantren Walisongo Sragen Juara LSN Region II Jateng 2017
Kesebelasan Ponpes Wali Songo Sragen meraih Juara Liga Santri Nusantara (LSN) Region II Jateng setelah di laga final menundukkan Darul Muttaqien dari Temanggung dengan skor telak 5-0 di Stadion Taruna Sragen, Sabtu (7/10/2017).
Striker Faishal menjadi bintang kemenangan Wali Songo dengan tiga gol atau hattrick yang diciptakannya. Disaksikan ribuan suporternya sendiri yang memadati Stadion Taruna, Wali Songo tampil perkasa. Mereka langsung tampil menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan.
Laga baru berjalan lima menit, Triyono mampu membawa Wali Songo unggul 1-0 atas wakil Temanggung. Faishal mampu menggandakan keunggulan Wali Songo pada menit ke-28. Dua menit berselang, Faishal mencetak gol keduanya yang membawa timnya menang 3-0 di babak pertama.
Pada babak kedua, Wali Songo tidak mengendorkan serangan. Namun, lini belakang Darul Muttaqien tampil disiplin sehingga mampu menggagalkan sejumlah peluang dari Wali Songo di awal babak kedua. Terus menerus digempur, gawang Darul Muttaqien akhirnya bobol juga.
Faishal mencetak gol ketiganya pada menit 59 yang membawa Wali Songo unggul 4-0. Di pengujung babak kedua, Wali Solo kembali menambah gol melalui kaki Muarif. Skor 5-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Wali Songo berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp5 juta. Sementara Darul Muttaqien berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp4 juta. Wali Songo berhak melaju ke putaran nasional pada akhir Oktober 2017 di Bandung,” papar Koordinator LSN Region II Jateng Ali Sutopo saat dihubungi wartasragen.com, Sabtu (7/10/2017).
oleh Admin SMA Walisongo Sragen | Nov 21, 2018 | Berita
Pondok Pesantren Walisongo Sragen, Jawa Tengah merupakan salah satu pesantren termasyhur dengan dakwah melalui seni rebana oleh para ulama dan kiainya. Perkembangan pesantren yang berdiri tahun 1994 ini cukup pesat, yaitu dengan berdirinya Madin (Madrasaha Diniyah) pada tahun 1999, serta lembaga pendidikan lain di berbagai jenjang dalam rentang pembangunan antara tahun 2006 hingga 2008.
Namun dibalik perkembangan pendidikan yang pesat serta di tunjang dengan fasilitas yang belajar yang lengkap tersebut, pesantren Walisongo ternyata memiliki ciri khas kesenian rebana yang mana dari awal berdirinya pesantren sampai saat ini. Grup rebana tersebut selalu memiliki jadwal dakwah yang padat, artinya seni rebana pesantren Walisongo selalu dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dengan senantiasa berpegang pada ajaran agama, sehingga masyarakat selalu merindukan kehadiran nasihat bijak melalui syair shalawat yang dibawakan rebana walisongo
Secara individu KH Ma’ruf Islamuddin yang merupakan pengasuh pesantren sekaligus penggagas seni rebana Walisongo, memang senang dengan seni, terutama seni tarik suara. Kiai Ma’ruf memiliki moto ‘Dengan ilmu hidup lebih mudah, dengan seni hidup lebih indah, dan dengan agama hidup jadi terarah’, dan moto tersebut juga tertuliskan di studio rekaman Al Muntaha Record milik pesantren Walisongo.
Merujuk dari ciri khas para ulama yang menggunakan seni sebagai media dakwah, Kiai Ma’ruf Islamuddin pun juga menggunakan pedekatan seni. Seni dalam berdakwah merupakan sarana menyebarkan agama Islam yang telah dijelaskan di atas merupakan warisan dari para wali yang telah terbukti telah mengislamkan hampir semua wilayah di Jawa.
Latar belakang dakwah dengan seni rebana
Sementara hal yang melatar belakangi dipilihnya rebana sebagai sarana dalam berdakwah, karena jamaah yang dihadapi sangat heterogen dilihat dari segi keimanan, maka Kiai Ma’ruf menggagas bagaimana caranya dakwah itu disampaikan melalui seni dan bisa dikemas sedemikian rupa sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga munculah ide itu berupa dakwah dengan kesenian musik rebana.
Seiring kemajuan teknologi dan pemenuhan kebutuhan dakwah di masyarakat, maka pesantren Walisongo melakukan upaya dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi kesenian rebana ini dengan beberapa cara. Diantaranya yaitu menjaring minat dan bakat santri serta siswa melalui kegiatan ektrakurikuler rabana, reorganisasi pemain rebana, mendirikan studio rekaman agar musik rebana bisa dinikmati orang setiap saat dengan kasetnya, dan mendirikan studio radio Walisongo Sragen agar masyarakat bisa mendengarkan ceramah Kiai Ma’ruf dan rebana tanpa melihat langsung.
Ternyata upaya mempertahankan eksistensi rebana tersebut secara tidak langsung juga bepengaruh terhadap meningkatnya jumlah santri. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap dakwahnya, baik secara langsung maupun dalam kaset VCD yang diperjual belikan, keberadaan pesantren Walisongo turut serta dipromosikan. Dalam setiap penerimaan santri baru, banyak yang mengaku mengetahui pesantren Walisongo dari kaset maupun dari nada dan dakwah yang ditampilkan rebana Walisongo.
Tidak hanya grup seni rebana yang beranggotakan santri dewasa yang disibukan dengan padatnya jadwal, namun grup seni rebana Madrasah Integral Walisongo pun tahun ini meraih juara tingkat kabupaten dan prestasi itu diraih selama empat kali berturut-turut.
Komentar Terbaru