Prestasi SMA Walisongo TA 2022/2023








BEST PRACTICES
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENGINTREPRETASIKAN PROYEKSI VEKTOR GAYA PADA MATERI HUKUM NEWTON BENDA MIRING BERBASIS WEB SIMULASI
Oleh Ngadi Parjoko, S.Si.
SMA Walisongo Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah ngadiparjoko96@guru.sma.belajar.id
Abstrak
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar anak mampu melaksanakan tugas hidupnya secara mandiri. Dalam pembelajaran sains khususnya Fisika selain dibutuhkan kemampuan dalam matematika dasar yang baik dan membuat narasi dalam menyimpulkan sebuah hukum atau konsep juga dibutuhkan kemampuan dalam menginterpretasikan grafik hubungan antara dua besaran. Salah satu inovasi yang dilakukan di SMA Walisongo Karangmalang saat pembelajaran Fisika materi Hukum Newton adalah dengan menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis web simulasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar peningkatan kemampuan interpretasi grafik peserta didik dengan penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis web simulasi e-learning. Hasil tulisan ini dapat dijadikan referensi bahan evaluasi dan implementasi khususnya bagi guru Fisika yang ingin menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk optimalisasi hasil belajar fisika berbasis web simulasi.
Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), pembelajaran fisika, web simulasi
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengambangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan kebudayaan (Ihsan, 2011: 2). Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar anak mampu melaksanakan tugas hidupnya secara mandiri.
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia, karena melalui pendidikan manusia memperoleh pengetahuan keterampilan dan nilai. Dengan adanya pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat membawa suatu bangsa kearah yang lebih baik. Untuk meningkatkan generasi muda yang berkualitas dan dapat bersaing pada abad 21 diperukan pendidikan yang lebih baik.
Salah satu bunyi Permendikbud yaitu “Pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi digunakan untuk meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran”(Permendikbud 2016, No 22). Dengan adanya pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kualitas pendidikan, karena teknologi merupakan faktor pendukung dalam pembelajaran abad 21.
Di zaman ini telah terjadi pergeseran paradigma pendidikan, yang mana alat tulis yang sebelumnya digunakan sebagai alat untuk menulis telah bergeser kearah digital. Oleh karena itu peserta didik dituntut untuk siap dalam menghadapi generasi milenial yaitu generasi dimana mereka lebih cepat dari apa yang diajarkan terkait dengan pemanfaatan teknologi. Dengan adanya teknologi semua pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah, salah satunya dibidang pendidikan.
Untuk dapat meningkatkan kualitas dalam pembelajaran para ahli menyarankan penggunaan paradigma pembelajaran konstruktif. Dengan adanya perubahan paradigma belajar maka ada perubahan fokus pembelajaran dari berpusat pada guru kepada belajar berpusat pada siswa. Pembelajaran dengan lebih memberikan nuansa yang harmonis antara guru dan siswa dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berperan aktif dan mengkontruksi konsep-konsep yang telah dipelajari.
Pembelajaran yang berpusat pada siswa bertujuan agar siswa memiliki motivasi tinggi dan kemampuan belajar mandiri serta bertanggungjawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pembelajaran yang berpusat pada siswa salah satunya adalah pembelajaran berbasis masalah.
Dalam pembelajaran sains khususnya Fisika selain dibutuhkan kemampuan dalam matematika dasar yang baik dan membuat narasi dalam menyimpulkan sebuah hukum atau konsep juga dibutuhkan kemampuan dalam menginterpretasikan grafik hubungan antara dua besaran. Banyak para ilmuan melakukan demonstrasi dalam berbagai penyajian penulisan grafik dan tabel, mereka membuat dan menghubungkan untuk mengekspresikan ide, menafsirkan makna dan ide, menjelaskan fenomena dan membuat prediksi (Kozma Chin, Russhel dan Max: 2000).
Vektor gaya dalam pembelajaran Fisika sering menjadi pembahasan pada seluruh bahasan Hukum Newton. Dari kondisi ini penulis merasa kemampuan intrepretasi memproyeksikan vector gaya di materi Hukum Newton benda miring pada peserta didik sangat penting.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini:
C. Tujuan Pengembangan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan Penulisan dan pengembangan ini adalah:
D. Manfaat
Dalam pelaksanaan penelitian ini melibatkan Kepala Sekolah, rekan sejawat, dan kontribusi siswa di SMA Walisongo Sragen. Berikut ini adalah salah satu hasil tampilan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa saat menggunakan web simulasi e-learning yang telah disediakan:

Gambar 1. Tampilan Simulasi Pembelajaran Fisika Proyeksi Vektor pada Benda Miring menggunakan Web Simulasi Ophysic (https://ophysics.com)
Penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat kepas SMA Walisongo Karangmalang. Adapun beberapa manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
E. Kesimpulan
Dari keterangan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
F. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka ada beberapa saran, diantaranya:
DAFTAR PUSTAKA
Arief S. Sudirman. 1990. Media Pendidikan Pengajaran dan Pengembangan. Jakarta: Rajawali. Alwi, Hasan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga: Jakarta Balai
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Holida, S. M., Alawiyah, T., & Sutisna, H. (2016). Penerapan Animasi InteraktifDalam Pengenalan Aksara Sunda. Jurnal Informatika, 1(2), 111-122. https://doi.org/10.31311/ji.v1i2.39
JUKNIS WALISONGO SCIENCE COMPETITION 2022 – Walisongo Science Competition 2022 tingkat SD dan SMP Regional Solo Raya dan sekitarnya merupakan langkah awal bagi siswa-siswi SD dan SMP yang berbakat yang nantinya diharapkan terus mengikuti lomba-lomba lain di tingkat selanjutnya. Lomba Mata Pelajaran Sains tingkat SD dan SMP (diutamakan Kelas IX) yang baru saja dirintis ini merupakan salah satu wadah strategis untuk merealisasikan paradigma pendidikan yang telah disebutkan di atas. Pelaksanaan lomba secara berkelanjutan akan berdampak positif pada pelaksanaan proses pembelajaran sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif
“Walisongo Science Competition 2022”
“ Mewadahi dan Menyalurkan Semangat dalam Meningkatkan Wawasan Ilmu Pengetahuan (Sains)”
SMP dan SMA Walisongo Karangmalang

Ketentuan Peserta

WA 0821-3401-9505 (Pak David) WA 0857-2538-1351 (Pak Didik) atau bergabung dengan grup chat WA melalui tautan https://chat.whatsapp.com/DB3MdCE2QvP8bvpaEoz4Gg
Bidang atau mata pelajaran yang dikompetisikan pada Walisongo Science Competetition 2022 yaitu: Matematika dan IPA (untuk jenjang SD); dan Matematika, Fisika, dan Biologi (untuk jenjang SMP).
Pelaksanaan Walisongo Science Competition 2022 dilaksanakan dengan mekanisme:
1. Babak penyisihan,
2. Babak final.
Pelaksanaan Walisongo Science Competition 2022 dilakukan secara luring bertempat di kompleks Gedung SMP dan SMA Walisongo Karangmalang.





Jika ada hal-hal lain diluar teknis acara ini, akan diberitahukan dan ditetapkan kemudian sebelum tanggal 12 Juni 2022.


Profil SMA Walisongo Sragen – Satuan Pendidikan adalah garda terdepan penyelenggaraan sistem pendidikan. Agar semua program pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka harus didukung oleh perencanaan yang baik. Salah satu dokumen yang harus disiapkan di dalam sistem perencanaan di sekolah adalah dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum memiliki posisi strategis karena secara umum kurikulum merupakan deskripsi visi, misi dan tujuan pendidikan suatu bangsa, di dalamnya terkandung sentral muatan-muatan nilai yang akan ditransformasikan kepada peserta didik.
Arah dan tujuan kurikulum mengalami pergeseran dan perubahan seiring dengan dinamika perubahan sosial yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Karena sifatnya yang dinamis dalam menyikapi perubahan, maka kurikulum pendidikan harus fleksibel dan futuristik. KTSP merupakan blue-print proses pembelajaran yang dirancang oleh Satuan Pendidikan.
Ketimpangan yang terjadi pada rancangan dokumen KTSP karena kurangnya respon terhadap perubahan sosial akan menimbulkan konsekuensi lahirnya output pendidikan yang “gagap” dalam beradaptasi dengan kondisi sosial dimaksud. Di sinilah peran penting rancangan dokumen KTSP dalam mewujudkan keunggulan mutu lulusan yang yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab, kemasyarakatan dan kebangsaan, sebagaimana tujuan Pendidikan Nasional.
Pelaksanaan K-13 berfokus pada mewujudkan kompetensi yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib menyusun dokumen KTSP sebagai acuan untuk mewujudkan target kompetensi siswa yang menjadi targetnya. Dokumen KTSP diharapkan dapat berfungsi sebagai acuan yang mengarahkan seluruh pemangku kewenangan dalam melaksanakan kurikulum 2013.
Dengan berfungsinya KTSP sebagai acuan maka semua pihak dapat fokus pada pencapaian tujuan, menerapkan aturan main dalam menerapkan prosedur program, serta proses kegiatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa untuk mengembangkan kompetensi dirinya dalam perubahan kehidupan pada abad ke-21. Di samping itu, diharapkan pula seluruh pergerakan para pemangku kewenangan lebih fokus dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan baik pendidikan dan pembelajaran terutama dalam mengelola program peminatan; menata struktur kurikulum, memetakan beban belajar siswa, dan menyusun pedoman pelaksanaan kegiatan intra dan ekstrakurikuler, pedoman akademik, dan instrumen evaluasi penyelenggaraan kurikulum.
Dalam mendukung pemenuhan dokumen dan implementasi kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dipandang perlu membentuk Tim Pengembang Kurikulum dan Tim Penjaminan Mutu yang mengelola sistem evaluasi proses dan pencapaian program pelaksanaan kurikulum. Kedua Tim merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya menjadi komponen sistem penjaminan terwujudnya proses pelaksanaan kurikulum yang efektif untuk terwujudnya keunggulan mutu lulusan.
Demikian juga dengan SMA Walisongo Karangmalang, KTSP dianggap penting untuk disusun sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan. KTSP disusun dengan mengacu prosedur yang ada serta melibatkan Tim Pengembang Kurikulum dan Tim Pengembang Sekolah. Diharapkan dengan keterlibatan semua pihak terkait dalam menyusun KTSP ini, muatan di dalamnya menjadi pedoman yang disepakati dan dicita-citakan bersama.
Pondok Pesantren Walisongo Sragen, adalah suatu pondok terbesar di sragen. Ponpes walisongo sragen dibawah asuhan Abah KH Ma’ruf Islamuddin, ini bertempat di Sungkul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Ponpes yang bisa disebut ponpes yang bertempat di tempat strategis ini, telah memiliki sekitar 700 santri putra maupun putri.
Dengan lokasi di central kota sragen tugu adipuro ke selatan sekitar 500 m. Terdapat plat besar bertuliskan “Pondok Pesantren Walisongo Sragen”.
Pendidikan dalam pondok pesantren walisongo sragen mulai dari, KB-TK, SDI Walisongo, SMP Walisongo, SMA Walisongo, dan Mu’allimin Walisongo. Tidak hanya ponpes berbasis salafiyyah dengan nahwu sorof, ’imrithi, maupun fiqihnya. Pondok pesantren ini juga memiliki sejumlah program unggulan lain.
Pendidikan idealnya dapat menjadi agen perubahan, karena pendidikan dapat memberikan arah yang jelas bagaimana menghadapi perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan akan terasa dapat dilalui dengan baik dan dijadikan sebagai landasan dalam mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia apabila pendidikan dijadikan pilar utama dalam perubahan tersebut.
Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, pendidikan masih jauh untuk dapat dikatakan sebagai agen perubahan. Hal tersebut dikarenakan variatifnya tantangan seperti masalah mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akses pendidikan, dan manajemen sistem pendidikan nasional. Tantangan tersebut mesti dihadapi untuk dapat mewujudkan manusia Indonesia yang seutuhnya serta mewujudkan cita-cita bangsa.
SMA Walisongo merupakan satuan pendidikan yang memiliki potensi bagus dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Penyenggaraan pendidikan dengan mengacu pada aturan pemerintah dengan tambahan materi agama islam serta pemupukan kemandirian siswa dengan konsep boarding school membuat sekolah ini pantas menarik minat masyarakat. Pendidikan reguler, agama, dan pengembangan karakter tersebut menjadi daya tarik orang tua untuk menaruh kepercayaan urusan pendidikan terhadap institusi ini.
Baca juga: Walisongo Science Competition 2022

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia.
Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan (Permen No. 22 tahun 2006).
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan menengah di SMA Walisongo Karangmalang dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan sebagai berikut:
Organisasi ini merupakan suatu organisasi tertinggi di pondok walisongo. Gus Mustawa (putra Abah KH Ma’ruf Islamuddin) lah yang mencetuskan dibuatnya organisasi ini. ISWA yang berdiri sejak 2012 ini dipimpin atau diikuti oleh seluruh santri, yang menjadi pengurus ISWA adalah kakak-kakak kelas 11 SMA. Sejumlah angkatan yang telah memimpin organisasi ini yaitu, Sang Pelopor, The Second, KOMPAS, Khalifa, Az-Zam, Argani,dan yang sekarang tengah berjalan dalam masa kepemimpinannya yaitu Gendhewa Generation. Tidak semata-mata organisasi ini dibentuk, akan tetapi banyak tujuan mengapa organisasi ini berdiri, antara lain.
Dan untuk lebih jelasnya anda bisa tahu dengan mondok sendiri di pondok walisongo sragen ini.
Program berbahasa arab ini ditujukan untuk seluruh santri pondok pesantren walisongo sragen. Bahasa arab telah menjadi percakapan sehari-hari di pondok ini. Dengan dibentuknya ISWA Bagian Bahasa yang mengontrol berjalannya program bahasa arab ini. Diharapkan seiring bertambahnya tahun, maka program bahasa arab di pondok ini semakin maju untuk kedepannya. Pemberian kosakata minimal 2x sehari, dan mengadakan muhadatsah(percakapan) di hari minggu pagi, diharapkan program bahasa arab dapat berjalan dengan baik.
Yang menjadi kekhasan dari ponpes walisongo juga terdapat dalam ekstrakulikulernya. Ada banyak sekali ekstra di pondok pesantren walisongo sragen ini, misal:
Sebagai salah satu bukti kemarin ponpes walisongo sukses menjadi runner up dalam Liga Santri Nusantara (LSN) dalam ajang sepak bola. Ekstra rebana telah menjuarai banyak sekali perlombaan hadrah dalam kota maupun luar kota (Muna_red).
Adapun syarat pendaftaran Peserta Didik Baru di Ponpes Walisongo Sragen secara umum, khususnya pendaftaran Santri SMA Walisongho Sragen adalah sebagai berikut:
Bagi yang mempunyai beberapa keterangan lain, bisa dikumpulkan kepada panitia PPDB:
Untuk lebih jelasnya, Bapak Ibu bisa membuka Brosur Pendaftaran Santri Baru Ponpes Walisongo Sragen melalui link di bawah ini:
BROSUR PENDAFTARAN SANTRI BARU PONPES WALISONGO SRAGEN
Bagi Bapak Ibu yang berhalangan hadir untuk melakukan pendaftaran, silakan lakukan pendaftaran ONLINE melalui link di bawah ini:
Komentar Terbaru